12 Apr 2009

AKU BERHARGA DI MATA TUHAN




Wow.........sound is good, kedengarannya begitu dahsyat, aku berharga di mata Tuhan. Ndak salah tuch???. Siapakah aku ini sampai aku begitu berharga di mata Tuhan?. Dan mengapa Tuhan begitu sangat menghargai aku. Pantaskah aku dihargai?.

Oleh karena engkau berharga di mataKu dan mulia, dan Aku ini mengasihi engkau”. (Yesaya 43:4a). Wow....begitu dahsyatnya pernyataan Tuhan tentang diri kita, berharga dan mulia. Coba bayangkan kalau kita mempunyai sebuah benda yang sangat berharga, misalnya boneka, atau mobil-mobilan. Tiap hari kita selalu merawatnya dengan baik, menjaganya dan bahkan tidur malam pun bersamanya. Pada saat boneka atau mobil itu rusak atau hilang, kita sedih dan merasa kehilangan. Begitulah kira-kira arti sebuah penghargaan.

Mengapa berharga di mata Tuhan?
Pada dasarnya kita diciptakan oleh Tuhan menurut gambar dan rupa Allah (Kejadian 1: 26). Itu berarti kalau kita ingin melihat bagaimana sih rupa Allah itu?. Mudah saja, lihat aja wajah kita dicermin. Pantas gak ya?.
Terus kita diberkati dan diberi kuasa atas segala apa yang ada di bumi (Kejadian 1:28). Allah memberi semua fasilitas pada kita, tetapi seringkali kita tidak menggunakan fasilitas itu dengan benar maka, terjatuhlah kita pada dosa.
Tapi kembali Tuhan membuktikan betapa kita sangat berharga di mataNya dengan menganugerahkan Putera-Nya yang tunggal yaitu Yesus Kristus untuk memberi kehidupan yang kekal (Yohanes 3:16). Tuhan tidak melihat seberapa besar dosa dan kesalahan kita, Tuhan akan ampuni. Walaupun kita sering berpaling, Tuhan juga akan ampuni. Tuhan tidak melihat kita dari golongan apa, punya uang atau tidak, punya teman yang banyak atau tidak. Yang Tuhan lihat adalah pribadi kita. Now, tergantung pada kita, apakah kita mau menerima dan penghargaan itu dan membalas budi padaNya?. Atau tidak?. Tergantung pada pribadi masing-masing.

Bagaimana menjadi pribadi yang berharga di mata Tuhan?
Untuk membalas cinta kasih Tuhan yang begitu dahsyat, kita harus menjadi pribadi yang berharga di mata Tuhan. Artinya kita wajib menyenangkan hati-Nya, supaya nama Tuhan dipermuliakan melalui sikap kita, tingkah laku dan tutur kata kita.
Agar menjadi pribadi yang berharga di mata Tuhan, kita harus:
1. Mengenal identitas pribadi sebagai orang percaya
2. Mengalami pertobatan, hidup baru atau lahir baru.
3. Menerima kembali Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat pribadi.
4. Mengambil keputusan/komitmen untuk hidup benar di hadapan Tuhan
5. Mengambil keputusan/komitmen untuk menjaga kekudusan
6. Menghampiri tahta kudus Tuhan tiap hari melalui doa, saat teduh, membaca Firman Tuhan, memuji dan memuliakan nama-Nya.
7. Menjadi berkat bagi sesama


“Siapakah Aku?”

Sebuah kata tanya sederhana namun sangat sarat maknanya. Berbicara mengenai, “Siapakah Aku?”, tentunya akan membahas tentang identitas (aku). Kajian tentang diri sendiri/introspeksi yang bertujuan untuk mengenal dan mengerti tentang diri sendiri

Sebelum menemukan jawaban dari pertanyaan siapakah aku, berikut beberapa kajian tentang aku sebagai manusia.

AKU ADALAH MAKHLUK HIDUP
“Siapakah aku?” ditinjau dari segi eksak/ilmu hayat:
1.Kimia : manusia, adalah kumpulan dari partikel-partikel atau yang membentuk jaringan/sistem.
2.Fisika : kumpulan dari berbagai sistem fisik terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan energi.
3.Biologi : aku, manusia, makhluk mamalia.

Ditinjau dari segi sosial:
1. Ekonomi: Aku, manusia, adalah makhluk yang selalu menghitung untung/rugi setiap kegiatan.
2. Sosiologi: makhluk yang tidak dapat berdiri sendiri.
3. Politik : makhluk yang selalu ingin berkuasa.

Sebagai makhluk hidup, aku, manusia terdiri dari 4 unsur:
Jasad : badan kasar, menempati ruang dan waktu : berupa bentuk.
Hayat : sesuatu yang mengandung unsur hidup
Roh : Bimbingan Tuhan
Nafsu : kesadaran tentang diri sendiri / keakuan.

AKU ADALAH ORANG YANG BERTOBAT
Identitas “Aku sebagai orang yang bertobat”, tentunya mengandung pengertian pertobatan, nah apakah pertobatan itu?. Menurut Kamus Alkitab, pertobatan berarti pembaharuan hidup sehingga kembali kepada Tuhan. Perubahan total sehingga yang lama di tinggalkan. Pembaharuan hidup sehingga kembali kepada Tuhan, mengingatkan untuk selalu memperbaharui kehidupan pada-Nya. Kerap kali kita “lupa” akan pembaharuan hidup/hidup baru/lahir baru.

MENGAPA HARUS MENGALAMI PEMBAHARUAN?
“Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru; yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang” (II Korintus 5:17). Lihat, kita adalah CIPTAAN BARU, itu artinya bahwa kita adalah makhluk yang baru. Jadi untuk membedakan antara hidup kita yang sekarang dengan hidup yang lama, dibutuhkan suatu pembaharuan yang total.

PEMBAHARUAN TOTAL (TRANSFORMASI)
Adalah suatu proses perubahan secara menyeluruh/total baik dari sifat, penampilan dan fungsinya. Hal-hal yang harus ditransformasi adalah pandangan hidup, Roma 12 : 2 menyatakan, “Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan mana kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan pada Allah”. Jelas sekali Tuhan meminta kita untuk tidak ikut jalan duniawi, kebiasaan-kebiasaan duniawi. Sehingga nanti kita mampu membedakan mana yang baik, dan mana yang tidak baik.
Surat Paulus kepada jemaat di Filipi menyatakan, “Tetapi semua yang dulu saya junjung tinggi, sekarang sudah saya buang supaya dapat mempercayakan diri dan berharap hanya kepada Kristus saja. Segala sesuatu yang lain yang tidak berharga, bila dibandingkan dengan besarnya keuntungan yang saya peroleh dari pengenalan akan Kristus, Yesus, Tuhan saya. Setelah mengesampingkannya, saya menganggapnya sampah, supaya saya dapat memiliki Kristus (Filipi 3:7-8, Bahasa Sehari-hari).
Segala kebiasaan-kebiasaan sebelum bertobat, ditinggalkan dan tidak akan dilakukan lagi. Dan kini kita harus melakukan kebiasaan-kebiasaan baru. Contohnya: kalau dulu kita sering egois pada teman, suka marah-marah, sering bohong, merugikan teman, dan lain-lain. Setelah bertobat, kita tidak melakukan hal tersebut, tetapi melakukan kebiasaan baru yaitu, saling menolong, sabar, tidak berbohong, menjadi berkat bagi teman.
Transformasi juga harus dilakukan pada pandangan kita tentang hidup. “Jadi, semua yang benar, semua yang mulia, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikan dan patut dipuji, pikirkanlah semua itu”.(Filipi 4:8). Kolose 3: 2 menyatakan, “dan pikirkanlah perkara yang di atas (sorgawi) bukan yang di bumi (duniawi). Segala apa yang kita pikirkan dan akan lakukan, hendaknya berorientasi pada Allah. Banyak remaja dan orang muda seringkali menyepelekan kerohanian. Dan tidak sedikit diantara mereka yang justru dalam hidupnya tidak bahagia, mengapa?. Karena mereka hanya mencari kesenangan/kenikmatan sesaat.

BERIMAN HANYA KEPADA KRISTUS
Iman adalah keyakinan bahwa apa yang kita inginkan akan terlaksana. Iman ialah kepastian bahwa yang kita harapkan sudah menantikan kita, walaupun hal itu belum dapat kita lihat sekarang. (Ibrani 11:1, Bahasa Indonesia sehari-hari). Dan kebenaran Allah karena iman dalam Yesus Kristus bagi semua orang yang percaya (Roma 3:22). Ingat, hanya dalam Yesus Kristus ada hidup kekal (Yohanes 3:16), dan satu-satunya jalan menuju ke Bapa di Surga (Yohanes 4:6).

BAGAIMANA LANGKAH-LANGKAH BERTOBAT
1. Mengakui segala dosa, kesalahan, kelemahan kita di hadapan Tuhan.
Pengakuan ini mencerminkan bahwa kita adalah makhluk ciptaan Tuhan dan menyadari bahwa kita itu tidak berarti apa-apa.
2. Mengambil keputusan/komitmen untuk Menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juru Selamat secara pribadi.
Ingat bahwa: Yesus adalah satu-satunya jalan menuju Kemuliaan Tuhan (Yohanes 14:6)
3. Selalu membaca Firman Tuhan, bersaat teduh, berdoa setiap hari BUKAN SEBAGAI RUTINITAS melainkan sebagai KEBUTUHAN.
4. Mengambil komitmen untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan meninggalkan segala yang lalu.

Refleksi:
1. Bagaimana dengan Anda?. Sudahkah Anda mengakui segala dosa, kesalahan, kelemahan kita di hadapan Tuhan?
2. Sudahkah Anda mengambil keputusan untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat Anda?
3. Sudahkan Anda tiap hari membaca Firman Tuhan, bersaat teduh, dan berdoa setiap hari?.
Sudahkah Anda mengambil komitmen untuk hidup benar di hadapan Tuhan dan meninggalkan kebiasaan-kebiasaan lama Anda?

KESIMPULANNYA:
Aku adalah seorang manusia ciptaan Tuhan, yang bertobat dari semua perbuatan dosa, dan mengambil keputusan untuk memperbaharui segenap aspek kehidupanku, dan aku hanya beriman kepada Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku yang telah memberiku anugerah damai sejahtera dan kehidupan kekal.

Tidak ada komentar: