20 Feb 2011

"DALAM TUNTUNAN KRISTUS" ( Mazmur 25:4-15)


 

Dalam mengarungi hari-hari kehidupan kita, Tuhan Yesus menginginkan kita untuk selalu mendengar suara-NYA.  Baik melalui pemberitaan Firman Tuhan Yesus dalam ibadah pribadi/di gereja atau persekutuan, melalui pembacaan Firman tiap pagi atau malam, melalui kesaksian, pujian dan sebagainya.
Alkitab juga mengajarkan bagaimana kita selalu memandang Tuhan Yesus dalam setiap langkah kehidupan kita.  Memandang bukan berarti bisa melihat secara fisik, tetapi sebagai alas an kita melakukan sesuatu (upaya kita menghargai pengorbanan Kristus di kayu salib).
Tetapi faktanya, kita justru lebih sering untuk tidak mau mendengar Suara Tuhan Yesus, mendengar tuntunan-NYA, dan seakan-akan kita cuek dengan mengabaikan karya penebusan-NYA.





Faktor yang menjadikan kita tidak bisa mendengar dan menghargai Tuhan Yesus: Kedagingan,
Kedagingan membuat kita untuk menutup pikiran kita  untuk dituntun oleh Tuhan Yesus. Keinginan-keinginan daging mendominasi kuat dengan segala analisa, kepandaian dan logika. Memikir untung rugi, mengaburkan alasan-alasan dan sering terjadi pembelaan diri yang bersumber pada akal pikiran.
Roma 8:5 Sebab mereka yang hidup menurut daging, memikirkan hal-hal yang dari daging; mereka yang hidup menurut Roh, memikirkan hal-hal yang dari Roh.
Sebagai contoh:  sikap egois dalam mengambil sebuah komitmen atau keputusan. 

Faktor yang membuat kita bisa selalu peka mendengar dan memandang Tuhan Yesus:
·         Kerendahan hati (Mazmur 25:8-10). Bersedia total dituntun oleh Tuhan Yesus, dan setia. Berpegang pada perjanjian-NYA. Janji Tuhan Yesus selalu dinantikan, dan tetap janji itu dipegang.
Berkomitmen untuk berpegang pada perjanjian-NYA, dan selalu mendengarkan suara-NYA membutuhkan waktu dan kedewasaan iman.
Menyadari bahwa segala sesuatu itu menjadi otoritas Tuhan Yesus,  Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatu pun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan. (Yohanes 1:3).  Bahkan realita/kenyataan yang menurut manusia buruk, seperti: masalah (pribadi/keluarga), sakit, atau terbatas segala sesuatunya, itu diijinkan Tuhan Yesus terjadi dalam kehidupan kita, agar permasalahan tersebut, kita dibawa kembali untuk masuk ke dalam rencana dan jalan-NYA.  (Roma 5:3-5).
Dan Tuhan Yesus pun mengalami hal tersebut, ketika IA tahu bahwa IA akan diserahkan untuk disalibkan, IA tidak memberontak, tidak egoistis menolak, karena yang pasti sengsara, disiksa, dihina, dan sebagainya. Tetapi yang IA katakan adalah, “kehendak-Mulah yang terjadi." (Lukas 22:42).
Seandainya, Yesus sebagai manusia yang egoistis, dan tidak mendengar suara Bapa-NYA, Allah pencipta untuk tidak disalibkan, apa yang akan terjadi?...

Mazmur 25:10 Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.

·          Lebih mengenal akan Tuhan Yesus (2 Petrus 3:18)
Tetapi bertumbuhlah dalam kasih karunia dan dalam pengenalan akan Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus. Bagi-Nya kemuliaan, sekarang dan sampai selama-lamanya”.
Mengenal Yesus bukan saja sebagai Tuhan, tetapi sebagai Bapa, “Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah menerima Roh yang menjadikan kamu anak Allah. Oleh Roh itu kita berseru: "ya Abba, ya Bapa!" (Roma 8:15).
Mazmur 25:14 TUHAN bergaul karib dengan orang yang takut akan Dia, dan perjanjian-Nya diberitahukan-Nya kepada mereka
Semakin kita mengenal Bapa kita, rasa sayang kita semakin bertambah. Hubungan sebagai Bapa dan anak membuat kita dengan Tuhan Yesus lebih dekat lagi, dan suara-NYA pada kita lebih jelas lagi. Dan kita akan semakin puas memandang-NYA (Mazmur 17:15)

Ketika kita sudah mendengar firman Tuhan Yesus, kita wajib melakukan-NYA.  Apapun yang kita lakukan baik dalam perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu seperti untuk Tuhan Yesus.
“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23).  Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah.
(Ibrani 12:2)

Kita melakukan perbuatan itu karena kita memandang Tuhan Yesus, menghargai IA, dan sebagai alasan yang kuat. Biarlah apapun yang kita lakukan bisa menjadi berkat bagi semua orang dan terlebih menjadi hormat dan kemuliaan Nama Tuhan Yesus.

Apa yang kita dapatkan kalau kita selalu memandang Tuhan Yesus dan menghargai keberadaan-NYA?.
·         Kemenangan (Yesaya 41:10)
·         “tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN, dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam. Ia seperti pohon, yang ditanam di tepi aliran air, yang menghasilkan buahnya pada musimnya, dan yang tidak layu daunnya; apa saja yang diperbuatnya berhasil”.  (Mazmur 1:2-3)
·         Berkat (Ulangan 28:1-14)
28:1 "Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi.
28:2 Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: ( Ulangan 28:1-2)
Jika tidak mau mendengar suara Tuhan Yesus dan tidak mau melakukan perintahnya adalah kutuk (Ulangan 28:15-46).

Marilah kita saat ini, mengambil komitmen kembali untuk lebih hari lebih mendengar suara Tuhan Yesus, kita melakukan apa yang menjadi perintah-NYA, kita sisihkan sikap egoistis kedagingan kita selagi mumpung kita di dunia, dan biarlah Tangan Tuhan Yesus selalu menuntun kita untuk sampai di rumah-NYA yang kekal. Tuhan Yesus memberkati Firman-NYA. Amin.



Disampaikan oleh: Heryosa Hudoyo
pada ibadah Teruna Deraja
Yayasan Pelayanan Gerbang Indah
Sabtu, 19 Febuari 2011

Tidak ada komentar: